Music

Minggu, 08 Februari 2015

No valentine's day for muslimah

Hai, sobat muslimah..
Berhubung ini adalah bulan februari jadi kali ini saya akan membahas mengenai perayaan di bulan februari yang biasanya ramai diperbincangkan oleh kaum muda. Yang disebut dengan hari kasih sayang atau valentine's day..

Memangnya apa sih yang menjadi masalah? Kan cuman sekedar menyatakan bahwa kita saling menyayangi?
Tuker kado, coklat, bunga, dsb. Kan memberi hadiah itu boleh dan bahkan dianjurkan. Yang paling penting  kita tetap menjalankan ibadah kok!

Nah, ini nih sebenarnya yang harus diluruskan. Ter-khusus untuk sobat Muslimah..
Saudariku, terlepas ini dari yang sudah tau, belum tau atau bahkan yang belum mau tau. Saya akan coba uraikan sedikit agar tidak terjadi salah pengertian terhadap apa itu perayaan dan bagaimana keterlibatan kita dalam perayaan tersebut.

Valentine's day memang identik dengan bertukar kado sebagai ungkapan rasa sayang terhadap orang lain. Bertukar kado memang boleh dan bahkan dianjurkan Rasulullah saw. agar memperkuat ikatan ukuwwah islamiyah kita. Hanya saja pemberian kado tersebut tidak hanya pada waktu tertentu seperti valentine's day.

Dan terkait dari segi perayaan maka kita sebagai muslimah yang cerdas harus mencari tau dulu apakah perayaan tersebut ada di dalam Islam atau tidak. Karena jika tidak ada maka sama saja kita adalah bagian dari orang yang merakan perayaan tersebut. Jadi kita harus cari tau sejarah adanya perayaan Valentine's day.

Berdasarkan http://id.wikipedia.org/Hari_Kasih_Sayang jelas sekali bahwa Valentine's day merupakan perayaan yang berasal dari kaum barat dimana pada momen tersebut mereka sebagai sepasang kekasih saling menyakan rasa cintanya. Perayaan ini pun didedikasikan kepada  St. Valentine yang  dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beragnsur-angsur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.


 

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Maka dari itu tidak sepantasnya kita sebagai seorang muslimah turut andil dalam peryaan tersebut.
Sesuai dengan firman Allah swt. dalam Al-Qur'an surat Al-Isra : 36

Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya ”. 

Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »
Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ [HR. Bukhari no. 7319, dari Abu Hurairah] 

Hal ini berlaku juga terhadap perayaan lain seperti april moop, tahun baru, dan peryaan lainnya yang tidak ada dalam Islam. Dan dalam Islam sendiri hanya ada dua hari besar yaitu hari raya idul fitri dan idul adha.

Semoga ini menjadi pengingat kita semua agar tidak mudah untuk turut andil dalam berbagai kegiatan yang sebenarnya kita pun belum tau asal usulnya.
Dan secara fitrahnya rasa sayang memang ada hanya saja tidak untuk lawan jenis yang bukan mahromnya dan itu pun tidak hanya dirayakan pada waktu tertentu saja.

Sekian, semoga bisa menambah wawasan dan pelajaran bagi kita semua.
Semoga berkenan membaca postingan saya berikutnya. Terimakasih (^_^)/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar